Lampungraya.com–Dari lingkungan pondok pesantren, lahir sebuah langkah nyata untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulang Bawang meresmikan operasional Pabrik Tempe di Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Selasa (19/8/2026).
Dikutip dari rilis kominfo kabupaten Tulang Bawang Bupati menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang atas hadirnya fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan pabrik tempe merupakan langkah positif dan strategis dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi produktif di daerah.
Bupati menilai keberadaan pabrik tempe dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari meningkatkan pengembangan usaha, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan nilai tambah komoditas, hingga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang yang telah mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menjadi program produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang dinilai sebagai mitra yang kuat dan strategis dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Bupati pun mengajak BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta melakukan inovasi dan kreativitas dalam penghimpunan dan pengelolaan ZIS.
Kepada para pengelola pabrik tempe, Bupati berpesan agar fasilitas tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesional, transparan, serta berorientasi pada kemanfaatan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari amanah yang telah dititipkan masyarakat melalui BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang. Karena itu, aset dan program yang ada harus dijaga, dikembangkan, dan dikelola secara optimal agar manfaatnya semakin besar.
Launching dan operasional Pabrik Tempe ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan berbagai program ekonomi produktif lainnya, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, pondok pesantren, dan masyarakat dalam membangun ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Tulang Bawang.(Red)
