DAERAH

150 Atlet Tinju Pertina Ramaikan VIP Boxing Lampung , 4—5 Juli 2026

Lampungraya.com—Sebanyak 150 orang atlet tinju berlaga di even  VIP Boxing Lampung Road To PON Bela Diri 2026. Even agenda Pertina Lampung diselenggarakan di Hall A PKOR Way Halim Bandar Lampung  berlangsung selama dua hari 4-5 Juli 2026.

VIP Boxing Lampung Riad To PON Bela Diri 2026 dibuka secara resmi ileh Ketua KONI Lampung Ir. Taufik Hidayat Sabtu 4 Juli 2026. Kejuaraan terbagi dalam berbagai kelas, Dominan banyak atlet yang turun di kelas 40—42 Kilogram, kelas 44—46 Kilogram.

Even ini cukup mendapat sambutan positif dari atlet Tinju Pertina yang bertanding datang  dari 10 Kabupaten di Provinsi Lampung dan atlet Tinju  dari Jambi, Prabumulih, Palembang, Lubuk Linggau,  Bengkulu dan  Tangerangn serta Banten.

Kejuaraan tersebut bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan bagian dari proses seleksi, pemetaan kemampuan, sekaligus evaluasi atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen Lampung pada PON Beladiri yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Kepada wartawan Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan pembinaan atlet harus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Menurut dia, waktu yang tersisa menuju PON Beladiri harus dimanfaatkan untuk membentuk atlet yang siap bersaing di level nasional.

“Harapan kami Pertina bisa menyumbangkan medali untuk Lampung. Masih ada tahapan Porprov, PON Beladiri, hingga persiapan menuju PON 2028. Semua harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujar Taufik.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi atlet. Kehadiran petinju muda dinilai menjadi kebutuhan agar prestasi tinju Lampung tidak bergantung pada atlet-atlet senior yang selama ini menjadi andalan.

Bagi KONI Lampung, pembinaan tidak hanya diukur dari hasil akhir berupa medali, tetapi juga dari keberhasilan setiap cabang olahraga menciptakan sistem regenerasi yang mampu menghasilkan atlet berkualitas secara berkelanjutan.

Ketua Pengprov Pertina Lampung, Hermanto, ST  menyebut VIP Boxing menjadi sarana untuk mengukur perkembangan atlet, baik dari sisi teknik, kondisi fisik, maupun mental bertanding.

“Ini menjadi ajang evaluasi agar atlet semakin disiplin berlatih dan siap memenuhi target medali untuk Lampung di PON Beladiri,” kata Hermanto.

Pada PON Beladiri 2026, cabang olahraga tinju akan mempertandingkan 20 kelas yang terdiri atas sembilan kelas putri dan 11 kelas putra. Banyaknya nomor yang diperebutkan membuka peluang bagi setiap daerah untuk mendulang medali, termasuk Lampung.

Meski demikian, persaingan dipastikan tidak mudah. Daerah-daerah yang selama ini menjadi kekuatan utama tinju nasional diperkirakan kembali menurunkan atlet-atlet terbaiknya. Karena itu, proses seleksi dan uji tanding melalui berbagai kejuaraan menjadi faktor penting untuk menentukan komposisi tim yang paling kompetitif.

Hermanto mengungkapkan Pertina Lampung tetap memasang target meraih sedikitnya satu medali emas di PON Beladiri. Menurut dia, target tersebut realistis apabila program latihan berjalan sesuai rencana dan atlet mampu menjaga konsistensi performa hingga hari pertandingan.

“Kami menargetkan satu medali emas. Namun kami berharap atlet bisa memberikan hasil lebih dari itu. Yang terpenting sekarang adalah memastikan seluruh atlet berkembang dan siap tampil maksimal saat PON Beladiri nanti,” ujarnya.

Bagi Lampung, PON Beladiri 2026 juga menjadi momentum untuk mengukur efektivitas pola pembinaan yang selama ini diterapkan.

Hasil yang diraih nantinya diproyeksikan menjadi modal awal dalam menyusun kekuatan menuju PON XXII 2028, sehingga pembinaan atlet dapat berjalan dalam satu siklus yang berkesinambungan, mulai dari pencarian bibit, pembentukan prestasi, hingga regenerasi.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *