DAERAH

TNI AU Melalui Puskesau Gelar Latihan Kesiapsiagaan Evakuasi Medis Udara Tahun 2026 di Pesisir Barat.

Lampungraya.com–Untuk memastikan kesiapan penanganan masyarakat apabila terjadi kondisi darurat, TNI Angkatan Udara (TNI AU) melalui Pusat Kesehatan TNI AU (Puskesau) menggelar Latihan Kesiagaan Evakuasi Medis Udara Tahun 2026 di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Latihan yang berlangsung pada 22 hingga 24 September 2026 tersebut salah satunya dilaksanakan di Bandara M. Taufik Kiemas, Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, pada Rabu (23/09/2026), dengan melibatkan personel gabungan dan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU.

Dikutip dari rilis diskominfo kabupaten pesisir barat Kegiatan ini menguji kesiapan proses evakuasi medis melalui jalur udara, mulai dari penjemputan korban di lokasi kejadian, pemindahan pasien, hingga proses rujukan lanjutan menuju fasilitas kesehatan yang lebih tinggi di Bandar Lampung.

Dalam latihan tersebut dilibatkan empat unit alutsista udara, yakni 1 unit pesawat Cassa C-212i dari Skadron Udara 4, 1 unit helikopter H-225 Caracal dari Skadron Udara 8, serta 2 unit helikopter EC-120B Colibri.

Pelibatan berbagai jenis pesawat dan helikopter tersebut menjadi bagian dari skenario untuk menguji kesiapan unsur udara dalam mendukung proses evakuasi medis secara cepat dan terkoordinasi.

Selain Bandara M. Taufik Kiemas, rangkaian latihan juga mencakup pengecekan kesiapan helipad RSUD KH. M. Thohir Krui serta pemetaan titik pendaratan alternatif yang dapat digunakan dalam skenario keadaan darurat.

Sebelum simulasi lapangan dimulai, personel gabungan menjalani tahap persiapan dan pengenalan prosedur evakuasi medis cepat. Tahapan tersebut meliputi pengenalan peralatan, pembagian peran, pematangan alur komunikasi serta pengecekan kesiapan teknis sebelum pelaksanaan manuver udara.

Sejumlah titik di wilayah Pesisir Barat dipetakan untuk mendukung pelaksanaan evakuasi medis melalui jalur udara. Bandara M. Taufik Kiemas menjadi salah satu titik utama kegiatan sekaligus lokasi kesiapan evakuasi udara.

Sementara itu, RSUD KH. M. Thohir Krui menjadi fasilitas kesehatan yang turut diuji kesiapan helipad-nya untuk mendukung skenario pemindahan pasien dalam kondisi darurat.

Selain itu, Lapangan Merdeka Labuhan Jukung diproyeksikan sebagai titik pendaratan alternatif dalam skenario keadaan darurat di kawasan publik.

Rangkaian latihan diarahkan untuk menguji kecepatan respons atau golden hour dalam penanganan korban, mulai dari lokasi kejadian, proses evakuasi dan pendaratan, hingga koordinasi serah terima pasien kepada fasilitas kesehatan.

Skenario juga mencakup proses rujukan lanjutan dari RSUD KH. M. Thohir Krui menuju fasilitas kesehatan dengan tingkat pelayanan lebih tinggi di Bandar Lampung.

Pelaksanaan Latihan Kesiagaan Evakuasi Medis Udara Puskesau Tahun 2026 di Pesisir Barat menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan dan evakuasi medis melalui jalur udara.

Melalui latihan tersebut, kesiapan personel, fasilitas pendukung, alur komunikasi dan pembagian tugas antarinstansi diuji secara langsung. Dengan demikian, setiap unsur diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai prosedur dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi kondisi darurat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *