Lampungraya.com–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung, menghentikan sementara aktivitas ktivitas produksi PT Indo Thai Coco Investama (ITCI) di Tarahan, Lampung Selatan. Penetapan tersebut dikeluarkan usai kunjungan sidak yang dilakukan DLH Provinsi Lampung memeriksa kondisi lingkungan serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan Kamis 8 Oktober 2026
Penyegelan dilakukan usai tim gabungan DLH Provinsi Lampung, DLH Kabupaten Lampung Selatan, dan DPRD Lampung Selatan turun langsung memeriksa kondisi lingkungan serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan.
Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Provinsi Lampung, Wawan Sah, menyebut pihaknya menemukan sejumlah persoalan saat melakukan pemeriksaan di lokasi. Tim menemukan berbagai persoalan pencemaran yang sangat mencolok dengan tetap mengutamakan kepentingan umum.//
Temuan tersebut membuat DLH mengambil tindakan dengan menyegel kegiatan produksi perusahaan tanpa menetapkan batas waktu penghentian dengan waktu yang tidak ditentukan//
Untuk diketahui Persoalan ini mencuat setelah warga Kampung Bumi Jawa melayangkan somasi terakhir kepada perusahaan.
Dalam surat tersebut, warga mempersoalkan cairan berwarna hitam dan berbau busuk yang diduga berasal dari kegiatan produksi perusahaan.
Cairan itu disebut mengalir melalui parit menuju laut. Warga mengklaim kondisi air di sekitar pesisir berubah menjadi keruh, berminyak, dan mengeluarkan bau menyengat.
Tak hanya itu, sejumlah warga juga mengeluhkan kondisi air sumur yang diduga ikut tercemar. Mereka mengaku mengalami gatal-gatal dan sesak napas, sementara bau tidak sedap disebut tercium hingga sekitar 100 meter dari lokasi.
Namun, penyebab perubahan kualitas air dan keluhan kesehatan tersebut masih memerlukan pemeriksaan untuk memastikan kaitannya dengan aktivitas perusahaan.
Melalui somasi yang dilayangkan, warga menuntut perusahaan menghentikan pembuangan limbah ke saluran air. Mereka juga meminta pengerukan parit serta pembersihan muara dan kawasan pesisir yang diduga terdampak. (Red)
