Lampungraya.com–Petani lada di Lampung Timur membutuhkan harga yang layak, produktivitas yang meningkat, dan pasar yang menjanjikan. Demikian benang merah dialog para petani lada dengan Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryama di Desa Sukadana Baru, Kecamatan Marga Tiga, Jumat (16/10/2026).
Saat bersamaan Bupati Ela berkesempatan meresmikan Tugu Lada Kilometer Titik Nol Gerem, yang disebut sebagai hasil kerja sama pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya petani lada yang tergabung di bawah Prabu Lamtim.
Peresmian tugu menjadi simbol kebanggaan masyarakat terhadap komoditas rempah yang pernah menjadi andalan daerah. Namun, nilai sebuah simbol pada akhirnya akan diuji oleh keadaan petani di kebun: apakah hasil panen mereka semakin baik, biaya produksi lebih terkendali, dan pendapatan keluarga ikut meningkat
Dalam dialog tersebut, para petani mendapat ruang untuk menyampaikan aspirasi, tantangan, dan harapan terkait peningkatan produktivitas serta kualitas lada lokal. Bupati Ela mendengarkan masukan mereka sebagai bagian dari upaya mendorong kebangkitan komoditas tersebut.
Bagi masyarakat petani, lada bukan sekadar barang dagangan. Tanaman ini berkaitan langsung dengan keberlangsungan rumah tangga dan aktivitas ekonomi di pedesaan. Karena itu, kebangkitan lada tidak cukup diukur dari banyaknya acara seremonial atau megahnya tugu yang diresmikan, tetapi juga dari keberpihakan kebijakan terhadap kebutuhan nyata petani.
Pemerintah daerah dan kelompok petani diharapkan dapat memperkuat kerja sama, mulai dari peningkatan kualitas budidaya, pendampingan teknis, akses permodalan, hingga perluasan pemasaran.
Kepastian harga dan posisi tawar petani juga menjadi persoalan penting agar keuntungan tidak berhenti di rantai perdagangan, sementara petani tetap menanggung risiko produksi. (Red)
