DAERAH

Ditpolairud Polda Lampung dan Biddokkes menggelar patroli hotspot dan quick response di TPI Kota Agung dan TPI Lempasing

Lampungraya.com–Ditpolairud Polda Lampung menggelar patroli hotspot dan quick response di kawasan Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Minggu (6/9/2026). Ditempat terpisah  Biddokkes Polda Lampung  membagikan masker kepada personel, nelayan, pengguna kendaraan, dan masyarakat sekitar TPI Lempasing, Senin (7/9/2026) pukul 07.30 WIB

Diktutip dari humas polda Lampung diebutkan Kegiatan ini sebagai langkah mitigasi kesehatan menghadapi potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.  Selain membagikan masker, personel memberikan edukasi dan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker saat bepergian, serta tidak panik.

Selain melakukan Patroli   pemantauan situasi perairan, tetapi juga menjadi sarana kepolisian untuk menyampaikan imbauan keselamatan secara langsung kepada para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.

Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya aktivitas semburan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang perlu diantisipasi, terutama oleh masyarakat yang melakukan aktivitas di ruang terbuka maupun di wilayah perairan.

Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol. Boby Pa’ludin Tambunan,   melalui Kasat KP XXV-1011 Kota Agung mengatakan,// patroli dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan sekaligus upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat pesisir.

Menurutnya, kondisi aktivitas vulkanik tersebut perlu disikapi dengan kewaspadaan dan tidak boleh dianggap sepele. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada para nelayan yang biasa melakukan aktivitas di perairan Teluk Semangka.

Personel meminta nelayan mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri melaut selama kondisi belum memungkinkan. Masyarakat juga diminta memperhatikan perkembangan informasi resmi serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Selain aspek keselamatan, Ditpolairud Polda Lampung turut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menyaring informasi yang beredar terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *