Lampungraya.com–Persoalan sampah kembali menjadi perhatian serius di kabupaten lampung utara. dalam beberapa pekan terakhir, tumpukan sampah terlihat memenuhi sejumlah tempat pembuangan sementara (tps), bahkan meluber hingga ke ruas jalan dan kawasan pemukiman warga.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kebersihan lingkungan serta dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan.
Keluhan warga pun terus bermunculan, terutama di wilayah kotabumi ilir, tanjung aman, dan beberapa titik lainnya yang mengalami peningkatan volume sampah cukup signifikan.
Menyikapi situasi itu, Dinas Lingkungan Hidup (dlh) Kabupaten Lampung Utara bergerak cepat bersama camat, lurah, hingga pihak perusahaan yang memiliki alat berat untuk melakukan pengangkutan dan pembersihan sampah secara bertahap di sejumlah tps.
Kabid PSP B3 Dlh Lampura Ferry Wijaya, menjelaskan bahwa penumpukan sampah terjadi karena masih adanya masyarakat yang membuang sampah di luar jadwal yang telah ditentukan. selain itu, rendahnya kesadaran sebagian warga untuk membuang sampah pada tps yang telah disediakan turut memperburuk kondisi hingga sampah meluber ke badan jalan.
“Ini perlunya peran dari masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan sekitar dengan membuang sampah di tps yang telah disiapkan,” kata Ferry Wijaya melalui sambungan whatsapp, Sabtu 23 mei 2026.

Ia menuturkan, dlh lampura saat ini juga terus mendorong program pemberlakuan uberli di setiap kelurahan dan desa. program tersebut bertujuan agar proses pemilahan sampah dapat dimulai dari tingkat rumah tangga sehingga sampah yang sampai ke tps hanya berupa sampah residu.
“Jadi sampah yang sudah sampai di tps itu sampah residu saja. dan pada akhirnya pemberdayaan masyarakat dapat berkesinambungan secara ekologis dan ekonomis,” jelasnya.
Dlh Lampura juga berharap adanya penambahan armada pengangkut sampah serta pengaktifan kembali bentor di tingkat kelurahan. selain itu, sistem pembuangan sampah diharapkan dapat diarahkan langsung menuju tempat pembuangan akhir (tpa) guna mengurangi penumpukan di tps.
“Hal itu sangat diperlukan dalam mengurangi volume sampah yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan,” tuturnya (red)
