Olah Raga

KONI Lampung Apresiasi Terobosan Pertina Lewat Fight Night

LAMPUNGRAYA.COM – Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan pembinaan atlet yang dilakukan Pengprov Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Lampung melalui ajang Fight Night.

Menurutnya, kegiatan yang digelar rutin di Hall A PKOR Wayhalim, Bandarlampung, Minggu 21 September 2025 tersebut, merupakan inovasi penting dalam pembinaan atlet, khususnya dalam mengasah mental, fisik, dan strategi bertanding.

“Ini sangat brilian. Ide seperti ini harus terus dikembangkan dan dimenej dengan baik menuju semi profesional. Fight Night menjadi langkah positif karena atlet tidak hanya jenuh dengan latihan, tetapi sesekali bisa menguji kemampuan maksimalnya di arena pertandingan yang sesungguhnya,” kata Taufik usai menyaksikan Fight Night Tinju Lampung.

Ia berharap pola serupa dapat diikuti cabang olahraga lain sesuai karakteristik masing-masing. Bukan hanya cabang beladiri, tapi juga olahraga permainan seperti bulutangkis, voli, sepak bola, basket, hingga olahraga baru seperti bola tangan, korfball, pickleball, dan paddle.

“Bahkan cabang seperti biliar dan catur juga bisa membuat pola seperti ini. Dalam situasi efisiensi anggaran seperti sekarang, kita justru harus berinovasi dan mencari terobosan dalam pola pembinaan yang melibatkan masyarakat,” jelasnya.

Taufik juga menambahkan, ide yang dijalankan Pertina Lampung terbukti mampu menarik minat atlet dari luar daerah, seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, hingga Banten. “Saya sampaikan apresiasi tinggi untuk Pertina Lampung. Ini langkah yang sangat positif,” ujarnya.

Pembinaan Berkelanjutan

Sementara itu, Ketua Pertina Lampung Hermanto mengaku dukungan KONI Lampung menjadi motivasi besar bagi pihaknya untuk terus melanjutkan program pembinaan.

“Terima kasih kepada Pak Taufik dan Pak Hairus dari KONI Kota Bandarlampung yang hadir di Fight Night. Kehadiran dan apresiasi mereka menjadi dukungan moril yang sangat berharga bagi kami. Ini bukti bahwa sinergitas memang sangat diperlukan dalam pembinaan atlet berkelanjutan,” kata Hermanto.

Ia menjelaskan, saat ini Pertina Lampung menaungi tidak kurang dari 300 petinju dari berbagai sasana di Bandarlampung maupun kabupaten lainnya. Konsolidasi terus dilakukan agar pembinaan semakin terarah.

“Insya Allah, Pertina Lampung memiliki banyak potensi, dari atlet usia dini hingga yang siap bertanding. Kami juga sedang mengembangkan pola pembinaan berbasis sport science agar hasilnya lebih maksimal ke depan,” tambahnya.

Pada ajang Fight Night kali ini, lebih dari 50 partai dipertandingkan, mulai dari kelas Mini Junior hingga kelas Elite dan Youth, baik putra maupun putri. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *