LAMPUNGRAYA — Timnas Tinju Indonesia sukses mengharumkan nama bangsa di ajang Kejohanan Tinju 4 Penjuru 2025 yang digelar di Pusat Latihan Kebangsaan, Kompleks Sukan Majelis Negeri Sembilan (MSN), Nilai, Malaysia, 15–19 September 2025.
Lima atlet yang diturunkan mampu menorehkan prestasi membanggakan dengan raihan tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Indonesia (PP Pertina), Hillary Brigitta Lasut, mengaku terharu sekaligus bangga dengan pencapaian tersebut.
“Terima kasih karena telah mengharumkan nama Indonesia di negeri orang. Kita semua tentu bangga, berterima kasih, dan sangat mengapresiasi perjuangan ini,” ujar Hillary, yang baru sebulan memimpin Pertina.
Keberhasilan ini menjadi catatan manis pertama Pertina di bawah kepemimpinan Hillary Brigitta Lasut sejak dilantik Ketua Umum KONI Marciano Norman pada 2 Agustus 2025. Hillary bahkan tak pernah absen menyaksikan perjuangan anak asuhnya, meski hanya lewat siaran langsung di akun Instagram resmi @pertina.id.
Bendahara Umum PP Pertina, Osco Olfriady Letunggamu, yang juga bertindak sebagai manajer tim, menyebut hasil tersebut sebagai buah dari kerja keras seluruh atlet.
“Kita semua bangsa Indonesia bangga dengan prestasi ini. Kepengurusan PERTINA memang masih baru, tapi kita bisa membuktikan dengan torehan luar biasa,” ungkap Osco.
Rinci Perolehan Medali
Tiga emas Indonesia dipersembahkan oleh:
- Yosua Holy Masihor (54 Kg). Menang KO ronde pertama atas petinju Malaysia, Najmuddin Bin Abdul Rahman.
- Elizer Gonzales (60 Kg). Menundukkan petinju tuan rumah, Muhammad Ridzuan Bin Johari.
3.Alvino Caesar (75 Kg). Menang angka atas Mohd Firdaus Bin Azis.
Sementara itu, dua atlet lainnya menyumbangkan masing-masing satu perak dan satu perunggu, sehingga seluruh petinju Indonesia pulang membawa medali.
Prestasi Yosua Holy Masihor menjadi sorotan. Petinju asal Makassar itu hanya butuh dua menit untuk memastikan kemenangan lewat tiga pukulan uppercut telak di ronde pertama. Kemenangan ini menambah koleksi emas Holy setelah sebelumnya berjaya di PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Holy merupakan putra mantan petinju nasional sekaligus peraih emas SEA Games 1997, Dufri Masihor, yang kini turut menjadi pelatih Timnas bersama Vinky Montolalu.
“Perjuangan adik-adik atlet benar-benar luar biasa. Saya sendiri sampai terharu melihat kerja keras mereka di atas ring,” kata Osco, seraya mengacungkan jempol bersama jajaran pengurus Pertina. (**)
