AMPUNGRAYA – Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya regulasi daerah terkait larangan penggunaan steples pada makanan.
Hal itu disampaikan Ade Utami saat menjadi narasumber dalam KoPI Discussion yang digelar Dewan Pengurus Pusat Komite Pewarta Independen (DPP-KoPI) di Universitas Tulang Bawang (UTB), Sabtu 3 Mei 2-25.
Diskusi yang mengangkat tema “Bahaya Penggunaan Steples pada Makanan” ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili Kepala Diskominfotik Provinsi Lampung Ahmad Saifullah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung dr. Josi Harnos, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung Ahmad Subadra, serta jajaran akademisi dan pegiat UMKM.
Dalam forum tersebut, Ade Utami menekankan bahwa DPRD Lampung siap mengambil langkah konkret melalui regulasi daerah.
“Kami akan mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang secara khusus melarang penggunaan steples pada makanan. Ini demi keselamatan konsumen dan sekaligus edukasi bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis, terutama pada sesi tanya jawab dengan mahasiswa dan pelaku UMKM. Para narasumber sepakat bahwa penggunaan steples pada kemasan makanan sangat berbahaya bagi kesehatan karena berpotensi melukai organ dalam jika tertelan.
Ketua YLKI Lampung, Ahmad Subadra, menilai isu ini menyangkut hak dasar konsumen atas pangan yang aman. Sementara itu, dr. Josi Harnos dari IDI Lampung mengingatkan dampak medis yang ditimbulkan cukup serius.
Senada, perwakilan Pemprov Lampung melalui Ahmad Saifullah menyampaikan akan membawa hasil diskusi ini kepada Gubernur sebagai bahan pertimbangan kebijakan, sekaligus mendorong pelaku UMKM beralih pada metode pengemasan yang lebih aman, seperti penggunaan sealer.
Ketua Umum DPP-KoPI, Jeffry Noviansyah, mengapresiasi komitmen DPRD Lampung melalui Ade Utami. Ia berharap Lampung bisa menjadi pionir dalam melarang penggunaan steples pada makanan.
“Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga tentang membentuk budaya sadar pangan yang aman,” tegasnya.
