Lampungraya.com–Polsek Kedaton bersama Tim Inafis Polresta Bandar Lampung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan orang tua yang dilakukan oleh anak kandungnya, Rabu (14/1/2026).
Rekonstruksi berlangsung di Mapolsek Kedaton dengan memperagakan sedikitnya 21 adegan yang menggambarkan secara rinci kronologi peristiwa pembunuhan.
Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan aksi penganiayaan terhadap korban menggunakan senjata tajam jenis golok hingga korban meninggal dunia.
Kapolsek Kedaton, Kompol Budi Harto, mengatakan rekonstruksi digelar untuk memperjelas rangkaian kejadian di Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memberikan gambaran utuh kepada penyidik dan pihak kejaksaan.
“Hari ini kami melaksanakan rekonstruksi dengan 21 adegan. Dari peragaan tersebut terlihat tersangka melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis golok secara berulang kali hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Kompol Budi Harto, saat diwawancarai Rabu (14/1/2026).
Meski adegan kekerasan tergambar jelas dalam rekonstruksi, persoalan kondisi kejiwaan tersangka turut menjadi perhatian.
Kuasa hukum tersangka, Tarmizi, menyampaikan bahwa kliennya memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu kuning.
“Dari keterangan pihak keluarga, memang terdapat kartu kuning sebagai riwayat gangguan jiwa. Selain itu, ada perubahan jumlah adegan dari rencana awal 24 menjadi 21 adegan, dan semuanya berjalan lancar,” ungkap Tarmizi.
Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan proses hukum terhadap tersangka tetap berlanjut. Saat ini, penyidik masih menunggu keterangan lanjutan dari ahli pidana guna menentukan langkah hukum selanjutnya.
“Setelah rekonstruksi ini, kami akan segera merampungkan berkas perkara untuk dilimpahkan ke Kejaksaan. Dalam kegiatan ini juga hadir pihak Kejaksaan, Inafis, rekan media, serta empat orang saksi kunci dari lokasi kejadian,” pungkas Kompol Budi Harto.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa pembunuhan sadis terjadi pada Jumat (21/11/2025). Seorang pria lanjut usia bernama Marso (67) ditemukan tewas mengenaskan dengan luka parah di bagian leher hingga nyaris (red)
