Lampungraya,com- Hingga hari ketiga, operasi pencarian Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan para korban anak buah kapal (ABK) KM Maulana 30, yang dilaporkan hilang setelah kapal tersebut terbakar pada Sabtu, 20/12 sekitar pukul 08.00 WIB di sekitar perairan Belimbing, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Diketahui, pada hari ketiga Tim SAR Gabungan mengerahkan empat unsur utama, yakni KN SAR Basudewa, dua kapal patroli milik Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), serta satu pesawat udara jenis ATR 62-500 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Unsur laut mulai bergerak sejak pukul 07.30 WIB, menuju area pencarian yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction.
KN SAR Basudewa melakukan penyisiran hingga pukul 19.30 WIB, namun hasil pencarian masih nihil.
Sementara itu, dua kapal patroli TNUK melakukan pencarian di wilayah Teluk Sumatera hingga perairan sekitar Tanjung Cina menuju lokasi kejadian. Namun, hingga operasi dihentikan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Upaya pencarian juga dilakukan melalui jalur udara. Pesawat ATR 62-500 melaksanakan pencarian selama empat jam, mulai pukul 12.00 hingga 16.00 WIB, dengan ketinggian terbang sekitar 500 kaki, namun hasil pencarian tetap nihil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah, mengatakan kondisi cuaca masih menjadi kendala utama dalam operasi SAR.
“Angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi memengaruhi jangkauan serta efektivitas pencarian. Meski demikian, kami tetap berupaya maksimal dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel,” ujarnya.
Deden menambahkan, operasi pencarian kembali dilanjutkan pada hari keempat, Selasa (23/12/2025).
“Operasi SAR akan kami lanjutkan setelah KN SAR Basudewa menyelesaikan pengisian bahan bakar dan air tawar, dengan penyesuaian area pencarian berdasarkan prediksi pergerakan korban,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Operasi pencarian para korban masih dilakukan Tim SAR Basarnas Lampung dengan koordinasi lintas instansi akan dilakukan secara intensif hingga seluruh korban berhasil ditemukan.(red)
