Lampungraya.com — PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menyiapkan sebanyak 64 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di seluruh wilayah Lampung guna menghadapi lonjakan pengguna kendaraan listrik selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berdasarkan data PLN UID Lampung, 64 SPKLU tersebut tersebar di 39 lokasi. Sebanyak 17 lokasi berada di ruas Jalan Tol Trans Sumatera, sementara 22 lokasi lainnya berada di jalur non-tol, seperti rest area, pusat perbelanjaan, hotel, kampus, hingga kawasan pelabuhan.
Di ruas tol, SPKLU tersedia di sejumlah rest area strategis, di antaranya Rest Area KM 20 A dan KM 20 B, KM 33, KM 49, KM 67, KM 87, serta KM 234. PLN juga menyiapkan variasi kapasitas pengisian, mulai dari 7 kW, 22 kW, 25–50 kW, hingga fast charging dengan daya di atas 60 kW.
Kesiapan SPKLU ini dilakukan untuk memastikan pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan jarak jauh secara aman dan nyaman, khususnya di jalur penghubung Sumatera–Jawa. Kesiapan tersebut juga diuji melalui kegiatan Touring Eventure yang melintasi sejumlah titik SPKLU di Lampung.
Selama periode Nataru yang berlangsung pada 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, PLN UID Lampung menyiagakan 16 posko siaga SPKLU. Posko tersebut tersebar di 13 titik rest area tol dan tiga titik jalur non-tol, dengan dukungan sekitar 60 petugas yang berjaga selama 24 jam.
Untuk kondisi darurat, PLN juga menyiapkan dua unit SPKLU mobile di ruas tol serta tiga unit SPKLU emergency sebagai antisipasi gangguan teknis maupun lonjakan pengguna.
Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Joni, mengatakan kesiapan ini merupakan respons terhadap meningkatnya jumlah kendaraan listrik nasional.
“Penjualan kendaraan listrik nasional meningkat hingga sekitar 8.000 unit. Ini menjadi fenomena baru dalam arus mudik. Karena itu, kami memastikan seluruh SPKLU siap melayani dari sisi keandalan, konektivitas, dan keselamatan,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menyebutkan jumlah SPKLU di Lampung meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu, terutama di jalur tol dan kawasan Pelabuhan Bakauheni.
“Di Lampung saat ini terdapat 64 SPKLU di 39 lokasi. Titik prioritas berada di KM 20 A dan KM 20 B karena sangat dekat dengan Pelabuhan Bakauheni,” kata Rizky.
Selain kesiapan SPKLU, PLN juga memproyeksikan beban puncak kelistrikan di Provinsi Lampung selama masa siaga Nataru mencapai sekitar 1.200 megawatt, terutama pada malam Natal dan Tahun Baru. (red)
