Lampungraya.com– Banjir di Kota Metro pada Sabtu, 14 Februari 2026 sore merusak sejumlah infrastruktur termasuk tiga rumah warga di Perumahan Prasanti Garden. Banjir di RT 53, RW 09 Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro disebabkan oleh luapan air dari Irigasi Tersier yang mengalami jebol.
Akibatnya, air dari Irigasi Tersier tersebut mengalir ke Perumahan warga dan menghantam dinding satu rumah yang mengalami rusak parah. Warga bergotong royong membersihkan lumpur dan menata ulang barang-barang yang rusak akibat terendam.
Banjir yang datang secara tiba-tiba juga merusak sejumlah struktur bangunan. Rumah milik Dika, 35, menjadi salah satu yang terdampak paling parah. Dinding kamar mandi mengalami retak setelah dihantam arus deras.
Dika mengungkapkan air mulai naik cepat sekitar pukul 16.30 WIB. Awalnya hanya menampung kecil, namun dalam waktu singkat debit udara meningkat hingga menghantam dinding tembok kamar mandi.
Dika mengaku baru kali ini mengalami banjir sebesar ini. Banjir-banjir sebelumnya tidak separah ini dan tidak menyebabkan kerusakan berarti.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini, namun perabotan rumah tangga seperti barang elektronik mengalami kerusakan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Metro Tjatur berharap Pemerintah Kota Metro segera untuk dapat memperbaiki Irigasi yang mengalami Jebol.
Menurutnya, Jika Pemerintah Kota Metro lambat dalam penanganan Irigasi Tersier Warga di Perumahan Prasanti Garden merasa khawatir banjir akan merendam permukiman warga sekitarnya ketika hujan turun. (red)
