DAERAH

DPRD Lampung Sambut Kunjungan Baleg DPR RI, Bahas Tata Kelola Singkong

LAMPUNGRAYA.COM – Ketua Pansus Singkong DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, bersama pimpinan dan anggota fraksi-fraksi DPRD Lampung menyambut kunjungan kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ke Provinsi Lampung, Senin (14/7/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Ballroom PT. Umas Jaya Agrotama dan difokuskan pada pemantauan implementasi UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, khususnya terkait komoditas singkong.

Kunjungan Baleg DPR RI menyusul upaya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memperjuangkan nasib petani singkong dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di DPR RI, 30 Juni 2025.

Gubernur Mirza secara langsung menyambut rombongan di VIP Bandara Raden Intan II, Lampung Selatan, dan memaparkan kondisi tata niaga singkong di Lampung.

Gubernur menyoroti masalah serius yang dihadapi petani, termasuk melimpahnya stok tepung tapioka impor yang menekan harga singkong lokal. “Saat ini, di gudang-gudang industri sudah hampir penuh. Petani sudah tidak bisa masuk lagi karena gudang mereka penuh,” ungkap Gubernur.

Ia mendorong pemerintah pusat segera menerbitkan regulasi yang lebih ketat terkait impor tepung tapioka serta mempercepat hilirisasi komoditas singkong demi meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam paparannya, Gubernur Mirza menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, industri tepung tapioka, dan end-user agar kualitas produk meningkat dan produktivitas tidak stagnan. Ia mencontohkan keberhasilan industri peternakan yang terbentuk melalui kerja sama yang baik antara peternak dan industri pengguna.

Kunjungan Baleg DPR RI ini juga dihadiri asosiasi pengusaha singkong dan asosiasi petani, memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani. Ketua Tim Baleg DPR RI, Bob Hasan, mengapresiasi inisiatif Gubernur dan Pemprov Lampung, sekaligus menegaskan komitmen Baleg untuk merumuskan regulasi komprehensif bagi pengelolaan singkong sebagai komoditas strategis.

Rombongan Baleg dijadwalkan meninjau pabrik pengolahan singkong dan lahan pertanian petani untuk memahami alur distribusi hasil tani. Bob Hasan menyoroti produktivitas singkong di Lampung yang masih rendah, padahal potensinya besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, termasuk kertas, tapioka, dan etanol.(*/LR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *