DAERAH

Bupati Lampung Timur memastikan penanganan karhutla di kawasan TNWK dilakukan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi.

Lampungraya.com–Bupati Lampung Timur (Lamtim) Ela Siti Nuryamah memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dilakukan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi untuk mencegah api meluas serta melindungi masyarakat dan habitat satwa.

Upaya penanganan karhutla salah satunya dengan melaksanakan operasi pengerahan Drone Penyiram untuk titik-titik rawan dan Helikopter Water Bombing untuk pemadaman di area yang sulit dijangkau darat.

Dikutip dari antara Bupati memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, terukur dan terkoordinasi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, tetapi  juga harus bersama-sama menjaga kawasan Way Kambas sebagai rumah bagi satwa-satwa yang dilindungi.

Bupati  mengatakan penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat, aktivitas ekonomi warga, serta keberlangsungan habitat satwa yang dilindungi.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus mendukung langkah penanganan yang dilakukan bersama seluruh unsur terkait, termasuk membantu koordinasi di wilayah terdampak.

Berdasarkan data penanganan di lapangan, ratusan hektare lahan terdampak karhutla dengan sebagian besar wilayah yang terbakar merupakan kawasan padang alang-alang.

Pada 21-22 Agustus 2026, sekitar 673 hektare lahan terbakar di Desa Braja Harjosari. Selanjutnya pada 23-24 Agustus, sekitar 123 hektare terbakar di wilayah Braja Kencana dan Braja Luhur, serta sekitar 6,4 hektare di Rantau Jaya.

TNWK merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Lampung Timur dengan luas sekitar 125.000 hektare. Kawasan tersebut menjadi habitat berbagai satwa langka dan dilindungi, antara lain gajah Sumatra, badak Sumatra, harimau Sumatra, tapir, beruang madu, dan siamang.

Kawasan TNWK juga memiliki Pusat Latihan Gajah yang menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan, penjinakan, dan pelatihan gajah Sumatra. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *