Lampungraya.com–Puluhan warga di pekon Dadimulyo Kecamatan wonosobo kabupaten tanggamus alami keracunan diduga usai santap bubur sumsum, yang dijual oleh pedagang keliling, Rabu 22 Juli 2026. korban dilaporkan mengalami gejala yang hampir sama, yakni pusing, mual, muntah, diare, hingga demam beberapa jam setelah mengonsumsi bubur sumsum tersebut.
Dikutip dri berbagai sumber media disebutkan warga yang mengalkami keracunan jumlahnya mencapai 52 orang yang ada di Pekon Dadimulyo dan Pekon Banyu urip.
Menyikapi musibah tersebut Pemerintah Kabupaten Tanggamus bergerak cepat dengan mengerahkan tim medis, membuka posko kesehatan, dan mengirim sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.
Kepala Pekon Dadimulyo, Sukadi, membenarkan bertambahnya jumlah korban. Menurutnya, pemerintah pekon bersama petugas kesehatan masih terus melakukan pendataan karena tidak menutup kemungkinan masih ada warga yang baru melaporkan kondisinya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bubur sumsum tersebut dijual oleh seorang pedagang berinisial J yang telah berjualan keliling di wilayah Wonosobo selama lebih dari satu dekade. Pada hari kejadian, puluhan warga membeli bubur tersebut pada siang hari sebelum akhirnya mengalami keluhan kesehatan pada sore hingga malam hari.
Beberapa korban yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Sanggi dan Puskesmas Wonosobo di antaranya Rini Septiana (14), Wagiyem (66), Nurmaini (44), dan Yeni Anggraini (26). Sebagian korban lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan setelah kondisi mereka dinyatakan membaik.
Hingga Rabu siang, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium. Pemerintah Kabupaten Tanggamus menyerukan masyarakat yang sempat mengonsumsi bubur sumsum dari pedagang tersebut dan mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, demam, atau pusing agar segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. (Red)
